Korban Terparah Gempa di Bawean Sudah Tertangani

SURABAYA – Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan menyebut empat orang korban dengan kondisi terparah akibat gempa di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik sudah tertangani dan memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Sumarjaya, dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Sabtu, mengatakan selain empat orang korban tersebut tiga orang lainnya cukup menjalani rawat jalan.

“Para korban langsung dirawat di RSUD Umar Masud. Ada yang sobek bagian kepala, luka terbuka di bagian kaki dah patah telapak kakinya,” kata Sumarjaya.

Puskris Kesehatan juga mengidentifikasi fasilitas kesehatan yang terdampak dan mengirim tenaga pendamping manajemen krisis kesehatan.

“Sebab perlu koordinasi lintas sektor terkait dampak yang timbul pascagempa ini,” katanya.

Gempa dengan kedalaman 10 km di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik terjadi sebanyak tiga kali dengan kekuatan magnitudo 6,0, 5.3, dan 6,5.

Guncangan terkuat dirasakan di Kota Kediri, diikuti Kabupaten Pacitan, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Ngawi, Probolinggo, Trenggalek, Batu, Sleman, Temanggung, Kota Solo dan Kota Yogyakarta.

Sumarjaya mengatakan pihaknya melakukan gerak cepat dengan mengoordinasikan pelayanan kesehatan korban dan memantau dampak kejadian bencana.

Di lapangan, Dinkes Kabupaten Gresik terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan di Pulau Bawean termasuk soal pengiriman tenda yang belum dapat dilakukan karena belum ada kapal angkut dan tim khusus untuk pendirian tenda.

Sementara ini para pasien terdampak terpaksa dirawat di selasar Gedung RSUD Umar Masud.

“Evakuasi medis terhadap pasien di RSUD terdampak terus dilakukan, juga memantau perkembangan pascagempa. Kami juga melakukan edukasi dan imbauan agar masyarakat tetap waspada,” kata Sumarjaya.

Dia menjelaskan saat ini kelompok rentan yang terdata adalah 427 bayi, 1.647 balita, 468 ibu hamil dan 3.446 lanjut usia. Sementara para pengungsi di Klinik Al Manar dan Teluk Jatidawang tercatat 60 orang.

“Untuk bergerak di lapangan, telah siaga lima orang dokter spesialis, 10 dokter umum, empat dokter gigi dan tujuh dokter internship,” katanya.

Tercatat pula populasi terdampak di Kecamatan Sangkapura sebanyak 15.804 orang dan Kecamatan Tambak 13.263 orang. Sebanyak enam rumah sakit rusak ringan dan satu rumah sakit rusak sedang.

Adapun di Surabaya, tepatnya di RS dr. Soetomo, seluruh pasien sudah kembali ke dalam IGD, dan petugas tetap siaga termasuk untuk antisipasi korban atau pasien rujukan dari RS lain.

Sementara di RS Husada Utama, para pasien mulai kembali ke ruangan. Sedangkan di RS Unair masih diadakan proses pemilahan pasien yang memerlukan rujukan.(ant)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments